Pages

Berbagi itu tidak hanya kepada orang yang kita kenal saja, tetapi harus kepada semua orang .. Semangat Berbagi !!!

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Featured Posts


widgets

Thursday, June 5, 2014

- RESENSI RUMAH LENTERA

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku.


Data / Identitas Novel :
Judul            : Rumah Lentera
Penulis          : Neni Jahar
Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit   : 2012
Tebal             : 256 hlm

Tokoh           :
Vien              : seorang remaja yang sedang mencari jati diri.
Edry              : Cinta pertama Vien sewaktu SMA
Ega               : Pacar Vien
Viko              : Kakak Vien
Varo              : Adik Vien
Ibu Vien        : ramah, penyabar, penyayang
Kak Adly        : Pemilik rumah lentera yang berwajah sangar namun sangat ramah.
Kak Ugit        : humoris, hobi bermain gitar dan bernyanyi dimana saja.
Kak Tyo         : ramah, bertutur kata lembut, dan memiliki wajah oriental.
Deris             : cuek namun jail dan penampilannya berantakan.
 Alfi               : Sopan, ramah, dan penampilannya selalu rapi.
Kak Nela       : cerdas, orangnya serius.
Inka               : ramah, murah senyum, hobi masak.
Andri             :  cewe hiperaktif
Mia               : Manja, kekanak-kanakan
Audrey          : Sahabat Vien


PEMBAHASAN
PENDAHULUAN :
Novel yang berjudul Rumah Lentera ini terbit pada bulan Februari 2012. pemeran utamanya seorang gadis remaja, tetapi isi cerita disini memiliki konflik utama pada kehidupan di keluarganya. Nama lengkap sang pengarang adalah Nurhaeni Jaharuddin, yang sekarang tinggal di Makassar. Novel Rumah Lentera ini mengisahkan tentang Vien dalam perjalanan mencari jati dirinya.

ISI :
Vien adalah anak kuliahan fakultas kimia. Ega adalah pacarnya yang selama setahun  selalu menemani Vien. Hari-harinya dipenuhi dengan pertengkaran-pertengkaran dengan kakak yang selalu melindunginya, tapi menurut Vien kakaknya sekarang berubah setelah Vien berpacaran dengan Ega. Menurut Vien kakaknya sudah tidak sayang lagi dengannya sedangkan menurut kakaknya yang berubah bukanlah dia melainkan Vien karena dia menjadi berubah sebagai anak pembangkang juga kurang ajar setelah bergaul dan berpacaran dengan Ega. Vien lebih mementingkan waktunya untuk sang pacar yang ia anggap sudah bertaruh nyawa dengannya, karena sudah menyelamatkan dan mendonorkan darahnya ketika Vien kecelakaan. Hutang budinya kepada Ega telah melewati batas hingga ia tidak memperdulikan yang lainnya. Semenjak berpacaran dengan Ega, Vien lebih sering menghabiskan waktunya diluar, bahkan sampai tidak pulang kerumah. Penampilannya pun berubah menjadi acak-acakan dan tidak karuan. Bahkan dia tidak sekalipun menjenguk ayahnya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Hubungan Vien dengan sahabatnya pun ikut mengalami masalah.

            Semua pertengkaran yang mewarnai kehidupannya membuat Vien menyerah. Ia butuh ketenangan, ia tidak mau selalu disalahkan sebagai anak kuarang ajar dan tidak mau pacarnya Ega selalu dibawa-bawa dalam masalahnya. Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah dan mengekos. Dia menemukan Rumah Lentera. Di rumah lentera, Vien bertemu dengan para penghuninya yang unik. Vien kaget melihat "Rambu- Rambu Rumah Lentera" yang mewajibkan penghuninya memiliki IP minimal 3,5. Kalau tidak maka hukumannya adalah menerjemahkan jurnal bahasa Prancis. Dia nyaris frustasi, dia tak mau jadi orang pertama yang mendapat hukuman itu. Vien mulai merubah kebiasaannya dan belajar lebih giat. Vien menjadi rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosennya dan mengerjakan ulangan dengan santai tanpa menyontek. Di rumah itu ia mendapatkan pelajaran yang sangat banyak dan berharga, ia dapat menemukan arti sebuah persahabatan, kehangatan keluarga, kerjasama dan kepedulian pada setiap orang.  Apalagi saat ayah Deris teman kostnya meninggal. Dia melihat raut wajah ayahnya di sana. Saat dia pulang ternyata ayahnya yang terserang stroke juga telah tiada. Padahal sekalipun dia bahkan belum pernah menjenguk ayahnya di rumah sakit. Vien terlau sibuk dengan Ega. Serta satu lagi yang tidak ketinggalan dalam cerita ini, bahwa ia bertemu lagi dengan Edry teman  SMAnya dulu dan bukan cuman itu, Edry adalah cinta pertamanya.

            Namun semua hari-hari menyenangkan Vien di Rumah Lentera itu tidak lama dan harus ditinggalkannya. Ia harus kembali kekehidupan awalnya, harus menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihindarinya. Ia juga harus menghadapi keluarga, sahabat, Ega pacarnya dan Edry cinta pertamanya. Singkat cerita, ia terbangun di perpustakaan dan disampingnya ada Edry. Ia segera meminta Edry mengantarkannya ke rumah sakit dan meminta maaf pada ibu, ayah, kakaknya, serta sahabatnya. Singkat cerita, ia memutuskan hubungannya dengan Ega dan bahagia bersama keluarganya.

“Rumah Lentara. Rumah untuk para lentera. Setiap orang yang pernah tinggal di rumah itu diharapkan bisa menjadi lentera. Menerangi orang lain dalam keterbatasan kita. Lentara itu tidak seperti lampu yang terang benderang. Cahayanya redup, tapi tetap bisa menerangi orang lain. Lentera tidak seperti lampu yang bisa menyala terang hanya dengan menekan tombol. Banyak proses yang harus dilalui lentera sebelum bisa memberikan cahaya. Dia butuh minyak, butuh sumbu, dan butuh api. Semua itu harus dipenuhi oleh lentera sebelum memberikan cahaya, yang bahkan tidak begitu terang. Tapi itulah lentera. Walaupun harus melalui perjalanan yang tidak begitu terang, dia tetap menyala, memberikan cahaya pada siapa pun yang membutuhkannya. Dia menerangi dalam keterbatasannya.” (halaman 67-68).

KEKURANGAN & KELEBIHAN NOVEL :
-          Kekurangan :

terlalu banyak tokoh yang di munculkan.

(tolong ditambahin lagi kekurangannya).

KELEBIHAN
1.      Penulis memberi kejutan di akhir ceritanya yang mampu membuat pembaca tak ingin berhenti membaca.
2.      Tokoh yang dituliskan memiliki karakter yang unik satu sama lain.
3.      Konflik yang dimunculkan sangat sesuai dengan remaja jaman sekarang sehingga selain untuk hiburan, para pembaca juga dapat memperoleh motivasi dan pesan moral dari membaca novel tersebut.
4.      Tema  yang dipilih tidak biasa dan tidak monoton hanya tentang cinta, tetapi juga keluarga, persahabatan, dan kepedulian satu sama lain.

PENUTUP
Dalam novel ini memberikan pesan moral yang banyak, yaitu jangan sampai kita menyesal akan perbuatan dan keputusan yang telah kita ambil, selain itu novel ini juga memberikan arti bagaimana pentingnya keluarga serta sosok orang tua yang kasihnya tidak pernah putus dan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Novel ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja sebagai referensi mereka dalam menjalani kehidupan dan memilih  suatu hal yang baik untuk dikemudian harinya.
 

10 comments:

  1. bagus nih kayanya novelnya. resensinya bagus :D

    ReplyDelete
  2. wah, setelah baca resensinya kayaknya keren. thanks info sist

    ReplyDelete
  3. Semangat sore!
    Pendahuluan, isi serta penutup sudah lengkap hanya saja karena ini resensi novel maka mohon dicantumkan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

    ReplyDelete
  4. ▷ Casino Site Review India | Lucky Club Casino
    Check out our casino site review for the ₹40000 Welcome Bonus ✔️ luckyclub Play online blackjack, roulette, poker & more ☆ Login here.

    ReplyDelete


widgets

.

.