Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau
recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang
sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie,
sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga
istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan
meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi
buku, membahas, atau mengkritik buku.
Data / Identitas Novel :
Judul :
Rumah Lentera
Penulis : Neni Jahar
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2012
Tebal :
256 hlm
Tokoh :
Vien :
seorang remaja yang sedang mencari jati diri.
Edry :
Cinta pertama Vien sewaktu SMA
Ega :
Pacar Vien
Viko :
Kakak Vien
Varo :
Adik Vien
Ibu Vien : ramah, penyabar, penyayang
Kak Adly : Pemilik rumah lentera yang berwajah sangar namun sangat
ramah.
Kak Ugit : humoris, hobi bermain gitar dan bernyanyi dimana saja.
Kak Tyo : ramah, bertutur kata lembut, dan memiliki wajah oriental.
Deris :
cuek namun jail dan penampilannya berantakan.
Alfi :
Sopan, ramah, dan penampilannya selalu rapi.
Kak Nela : cerdas, orangnya serius.
Inka :
ramah, murah senyum, hobi masak.
Andri : cewe hiperaktif
Mia :
Manja, kekanak-kanakan
Audrey :
Sahabat Vien
PEMBAHASAN
PENDAHULUAN
:
Novel yang berjudul Rumah Lentera ini
terbit pada bulan Februari 2012. pemeran utamanya seorang gadis remaja, tetapi
isi cerita disini memiliki konflik utama pada kehidupan di keluarganya. Nama
lengkap sang pengarang adalah Nurhaeni Jaharuddin, yang sekarang tinggal di
Makassar. Novel Rumah Lentera ini mengisahkan tentang Vien dalam perjalanan
mencari jati dirinya.
ISI :
Vien adalah anak kuliahan fakultas
kimia. Ega adalah pacarnya yang selama setahun selalu menemani Vien. Hari-harinya dipenuhi
dengan pertengkaran-pertengkaran dengan kakak yang selalu melindunginya, tapi
menurut Vien kakaknya sekarang berubah setelah Vien berpacaran dengan Ega.
Menurut Vien kakaknya sudah tidak sayang lagi dengannya sedangkan menurut
kakaknya yang berubah bukanlah dia melainkan Vien karena dia menjadi berubah
sebagai anak pembangkang juga kurang ajar setelah bergaul dan berpacaran dengan
Ega. Vien lebih mementingkan waktunya untuk sang pacar yang ia anggap sudah
bertaruh nyawa dengannya, karena sudah menyelamatkan dan mendonorkan darahnya
ketika Vien kecelakaan. Hutang budinya kepada Ega telah melewati batas hingga
ia tidak memperdulikan yang lainnya. Semenjak berpacaran dengan Ega, Vien lebih
sering menghabiskan waktunya diluar, bahkan sampai tidak pulang kerumah.
Penampilannya pun berubah menjadi acak-acakan dan tidak karuan. Bahkan dia
tidak sekalipun menjenguk ayahnya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Hubungan Vien dengan sahabatnya pun ikut mengalami masalah.
Semua
pertengkaran yang mewarnai kehidupannya membuat Vien menyerah. Ia butuh ketenangan,
ia tidak mau selalu disalahkan sebagai anak kuarang ajar dan tidak mau pacarnya
Ega selalu dibawa-bawa dalam masalahnya. Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan
rumah dan mengekos. Dia menemukan Rumah Lentera. Di rumah lentera, Vien bertemu
dengan para penghuninya yang unik. Vien kaget melihat "Rambu- Rambu Rumah
Lentera" yang mewajibkan penghuninya memiliki IP minimal 3,5. Kalau tidak
maka hukumannya adalah menerjemahkan jurnal bahasa Prancis. Dia nyaris
frustasi, dia tak mau jadi orang pertama yang mendapat hukuman itu. Vien mulai
merubah kebiasaannya dan belajar lebih giat. Vien menjadi rajin mengerjakan
tugas-tugas yang diberikan dosennya dan mengerjakan ulangan dengan santai tanpa
menyontek. Di rumah itu ia mendapatkan pelajaran yang sangat banyak dan
berharga, ia dapat menemukan arti sebuah persahabatan, kehangatan keluarga,
kerjasama dan kepedulian pada setiap orang. Apalagi saat ayah Deris teman kostnya
meninggal. Dia melihat raut wajah ayahnya di sana. Saat dia pulang ternyata
ayahnya yang terserang stroke juga telah tiada. Padahal sekalipun dia bahkan
belum pernah menjenguk ayahnya di rumah sakit. Vien terlau sibuk dengan Ega. Serta
satu lagi yang tidak ketinggalan dalam cerita ini, bahwa ia bertemu lagi dengan
Edry teman SMAnya dulu dan bukan cuman
itu, Edry adalah cinta pertamanya.
Namun
semua hari-hari menyenangkan Vien di Rumah Lentera itu tidak lama dan harus
ditinggalkannya. Ia harus kembali kekehidupan awalnya, harus menghadapi dan
menyelesaikan masalah yang dihindarinya. Ia juga harus menghadapi keluarga,
sahabat, Ega pacarnya dan Edry cinta pertamanya. Singkat cerita, ia terbangun
di perpustakaan dan disampingnya ada Edry. Ia segera meminta Edry
mengantarkannya ke rumah sakit dan meminta maaf pada ibu, ayah, kakaknya, serta
sahabatnya. Singkat cerita, ia memutuskan hubungannya dengan Ega dan bahagia
bersama keluarganya.
“Rumah
Lentara. Rumah untuk para lentera. Setiap orang yang pernah tinggal di rumah
itu diharapkan bisa menjadi lentera. Menerangi orang lain dalam keterbatasan
kita. Lentara itu tidak seperti lampu yang terang benderang. Cahayanya redup,
tapi tetap bisa menerangi orang lain. Lentera tidak seperti lampu yang bisa
menyala terang hanya dengan menekan tombol. Banyak proses yang harus dilalui
lentera sebelum bisa memberikan cahaya. Dia butuh minyak, butuh sumbu, dan
butuh api. Semua itu harus
dipenuhi oleh lentera sebelum memberikan cahaya, yang bahkan tidak begitu
terang. Tapi itulah lentera. Walaupun harus melalui perjalanan yang tidak
begitu terang, dia tetap menyala, memberikan cahaya pada siapa pun yang
membutuhkannya. Dia menerangi dalam keterbatasannya.” (halaman 67-68).
-
Kekurangan :
terlalu
banyak tokoh yang di munculkan.
(tolong ditambahin lagi
kekurangannya).
KELEBIHAN
1. Penulis memberi kejutan di akhir ceritanya
yang mampu membuat pembaca tak ingin berhenti membaca.
2.
Tokoh yang
dituliskan memiliki karakter yang unik satu sama lain.
3.
Konflik yang
dimunculkan sangat sesuai dengan remaja jaman sekarang sehingga selain untuk
hiburan, para pembaca juga dapat memperoleh motivasi dan pesan moral dari
membaca novel tersebut.
4. Tema
yang dipilih tidak biasa dan tidak monoton hanya tentang cinta, tetapi
juga keluarga, persahabatan, dan kepedulian satu sama lain.
PENUTUP
Dalam novel ini memberikan pesan moral
yang banyak, yaitu jangan sampai kita menyesal akan perbuatan dan keputusan
yang telah kita ambil, selain itu novel ini juga memberikan arti bagaimana
pentingnya keluarga serta sosok orang tua yang kasihnya tidak pernah putus dan
kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja sebagai referensi mereka
dalam menjalani kehidupan dan memilih
suatu hal yang baik untuk dikemudian harinya.

Nice Posting :)
ReplyDeleteijin copy gan
ReplyDeleteDefri : Trima kasih :)
ReplyDeleteSteven : Silahkan gan
Novelnya memang bagus ni
ReplyDeleteBagus ni resensinya (y)
ReplyDeletebagus nih kayanya novelnya. resensinya bagus :D
ReplyDeletewah, setelah baca resensinya kayaknya keren. thanks info sist
ReplyDeleteresensinya keren neng!!!!
ReplyDeleteSemangat sore!
ReplyDeletePendahuluan, isi serta penutup sudah lengkap hanya saja karena ini resensi novel maka mohon dicantumkan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.
▷ Casino Site Review India | Lucky Club Casino
ReplyDeleteCheck out our casino site review for the ₹40000 Welcome Bonus ✔️ luckyclub Play online blackjack, roulette, poker & more ☆ Login here.